MENJAGA INDONESIA DARI HOAKZ (2)
Indonesia adalah sebuah negeri yang tersusun dari 17.380 pulau. Di atas pulau-pulau itu hidup sekitar 1.340 suku bangsa dengan manusia lebih dari 280 juta. Ada jawa, minangkabau, sunda, bugis, dayak, bali, aceh, maluku, madura dan papua. Indonesia memiliki 718 bahasa daerah. Indonesia juga memiliki rumah adat, pakaian adat, tarian, musik. Kuliner, sastra lisan, upacara, kepercayaan lokal hingga cara masyarakat memandang alam. Inilah keberagaman yang dimiliki Indonesia.
Namun walaupun penduduknya berbeda-beda dalam bahasa, budaya dan agama namun semuanya memiliki kesadaran yang sama bahwa tanah yang mereka pijak yang bernama Indonesia adalah rumah bersama.
Inilah adalah keindahan yang harus kita jaga bersama.
Namun di tengah dunia yang semakin berubah yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, maka perbedaan dan keragaman bangsa Indonesia itu juga sangat rentan oleh maraknya hoakz, disinformasi dan politik adu domba di era digital ini.
Melalui media sosial, hoakz dan disinformasi dapat menyebar dalam hitungan detik. Konten-konten yang memicu emosi kuat-seperti kemarahan, ketakutan dan kebencian akan lebih mudah dipercayai oleh masyarakat sesuai dengan prasangka atau kekhawatiran mereka. konten-konten seperti itu biasanya dengan cepat langsung dibagikan tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.
Nah ketika hoakz menyasar isu sensitif seperti suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) atau kebijakan pemerintah, dampaknya bisa memicu konflik sosial horizontal dan meruntuhkan kepercayaan rakyat kepada institusi negara. Hoakz yang menyinggung isu sara dapat memicu rasa saling curiga, saling benci hingga dapat berujung pada bentrokan fisik, kerusuhan dan perpecahan skala nasional. Di sini kelompok minoritas lah yang sering kali menjadi korban kekerasan atau marginalisasi akibat hoakz yang menyebar.
Hoakz yang menyerang kebijakan pemerintah juga dapat membuat masyarakat menjadi skeptis dan menolak program-program pemerintah. Inilah yang sekarang terjadi pada program MBG yang di gagas presiden Prabowo. Hoakz seputar keracunan massal, bahan makanan berbahaya (seperti isu susu palsu atau beras plastik), atau sabotase dapat membuat orang tua cemas dan melarang anak mereka mengkonsumsi makanan MBG. ketika Isu ini kemudian di politisasi di mana anggaran MBG hanya dikorupsi oleh kelompok tertentu saja maka pada akhirnya bisa menggagalkan program MBG dan ujungnya akan menghambat pemenuhan gizi nasional bagi anak-anak dan merugikan kualitas SDM di masa depan.
Bahwa karena itu hoakz harus kita waspadai. hoakz dapat merugikan kita semua baik secara pribadi maupun kolektif. Hoakz dapat merusak persatuan dan kesatuan kita sebagai sebuah bangsa. Maka dari itu kita perlu berhati-hati dengan segala berita yang sifatnya memecah belah dan selalu memverifikasi kebenaran sebuah informasi sebelum membagikannya ke orang lain.
Wallahu’alm
Komentar
Posting Komentar