KELOMPOK KEAGAMAAN ANTARA KONSERVATIF DAN MODERAT Bahwa dalam studi pemikiran Islam dari sudut pandang sosiologis, ada dua kelompok keagamaan dalam Islam di lihat dari sikap dan cara pandang mereka dalam memahami serta mengamalkan ajaran agama yaitu Kelompok keagamaan konservatif dan Kelompok keagamaan moderat. Kelompok keagamaan konservatif ini dalam memahami sumber ajaran agama (alquran dan hadis) umumnya berpegang secara kaku pada teks harfiah). Mereka memahami Al-Qur'an dan Hadis secara apa adanya sesuai teks tertulis (harfiah/literal) tanpa banyak membuka ruang untuk interpretasi kontekstual, rasionalisasi modern, atau penyesuaian zaman. Mereka cenderung menghindari metode tafsir kontemporer yang menganalisis latar belakang sosial-politik (historis) saat ayat atau hadis tersebut turun, karena khawatir hal itu dapat mengubah hukum asli. Peran logika atau rasio manusia sangat dibatasi. Akal hanya digunakan untuk memahami teks, bukan untuk mengkritisi atau memperluas maknanya di...
INDONESIA TANPA DISKRIMINASI Pada tanggal 9 Dzulhijah 10 Hijriah (sekitar tahun 632 Masehi) di Lembah Arafah, saat melaksanakan ibadah Haji Perpisahan, Nabi Muhammad saw berdiri berpidato di hadapan 100 ribuan manusia yang hatinya telah tunduk menerima ajarannya. Karena yang hadir pada saat itu sangat banyak maka agar pidatonya bisa di dengar oleh semua orang yang hadir maka Nabi SAW menunjuk sahabat bernama Rabi'ah bin Umayyah bin Khalaf yang memiliki suara sangat lantang agar berdiri dekat Nabi dan mengulangi setiap kalimat yang diucapkan Nabi dengan suara keras agar jemaah di belakang mendengarnya. Nabi Muhammad SAW juga meminta agar pesan beliau ini disampaikan berantai kepada orang-orang di sekitarnya dan yang tidak hadir. metode ini digunakan agar seluruh massa yang berada jauh di belakang bisa mendengar isi pidato Nabi dengan jelas. Dalam pidatonya Nabi Muhammad saw menegaskan bahwa tidak ada keunggulan suatu ras atau etnis di atas yang lain. Tidak ada kelebihan orang Arab ...