Langsung ke konten utama

MEWASPADAI AJAKAN PELENGSERAN PRESIDEN PRABOWO

MEWASPADAI AJAKAN PELENGSERAN  PRESIDEN PRABOWO

“ Sebagai seorang pejuang politik, adalah sebuah kehormatan bagi saya untuk memperjuangkan Indonesia yang adil dan makmur. Indonesia yang seperti dicita-citakan oleh Para Pendiri Bangsa kita. Cita-cita yang mendorong Para Pendiri Bangsa untuk berjuang mewujudkan kemerdekaan Indonesia (Prabowo Subianto)”
------

Akhir-akhir ini media sosial kita marak cuitan-cuitan yang isinya mengkritik pemerintah. Mulai dari Program MBG yang dianggap pemborosan anggaran, seringnya Presiden kunjungan ke luar negeri sementara masalah dalam negeri saja tidak selesai, Presiden dianggap hanya omon-omon dimana apa yang disampaikan berbeda dengan kondisi di lapangan hingga dianggap anti demokrasi. 

Lalu tiba-tiba muncul ajakan dari Saiful Mujani, pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), yang menyerukan pemakzulan dan penggulingan Presiden Prabowo. Alasannya Presiden Prabowo dianggap tertutup terhadap masukan dan kritik publik.
(https://video.tribunnews.com/news/925057/alasan-saiful-mujani-serukan-gulingkan-prabowo-dinasihati-enggak-bisa-bisanya-hanya-dijatuhkan)

Lalu bagaimana realita kinerja sebenarnya dari Presiden Prabowo ?
Kondisi ekonomi memang sedang tidak baik-baik saja karena pengaruh geopolitik dunia akibat perang antara Iran dan Amerika Israel. Namun berdasarkan hasil survey dari beberapa lembaga,  tingkat kepuasan  rakyat atas kinerja Presiden prabowo tetap tinggi bahkan  mencapai 70%. 
(https://www.metrotvnews.com/read/NxGCPnMd-survei-poltracking-74-9-persen-masyarakat-puas-dengan-kinerja-presiden-prabowo-subianto).
https://www.liputan6.com/news/read/6316248/survei-terbaru-cyrus-network-mayoritas-publik-puas-akan-kinerja-menteri-prabowo)

Artinya mayoritas rakyat Indonesia masih tetap percaya dan mendukung Presiden Prabowo.  

Mari kita lihat apa yang dilakukan oleh presiden Prabowo dalam masa 1 tahun 6 bulan masa pemerintahannya.
Presiden Prabowo  demi menyelamatkan kekayaan alam kita  telah menangkapi mafia-mafia tambang dan kehutanan yang secara ilegal selama puluhan tahun telah menguasai jutaan hektar lahan hutan dan tambang. Melalui Satgas PKH dibawah Kejaksaan Agung, jutaan hektar lahan hutan dan tambang dikembalikan kembali ke negara dan berhasil mengembalikan puluhan triliun kepada negara. 
(https://nasional.kontan.co.id/news/satgas-pkh-selamatkan-aset-rp-370-triliun-setor-tunai-rp-313-triliun-ke-kas-negara)

Presiden Prabowo juga telah menangkapi mafia pupuk yang selama ini merugikan petani. Pertamina, Bea cukai dan Direktorat Jenderal pajak juga dibenahi agar sektor penerimaan negara tidak bocor lagi. Puncaknya adalah menjadikan Godfather Riza Chalid yang selama puluhan tahun menguasai jaringan ekspor impor migas di pertamina yang merugikan negara ratusan hingga ribuan triliun menjadi tersangka. 

Hanya dalam era Presiden Prabowo, negara ini berani bertindak tegas kepada mafia dan pengusaha-pengusaha nakal yang selama ini mendapat perlindungan politik. Merekalah yang selama ini menguasai aset-aset kekayaan negara dan mengatur komoditas strategis nasional. 

Oligarki dan Mafia-mafia yang merasa diganggu bisnis haramnya ini tentunya tidak akan tinggal diam. Mereka pasti melawan tetapi tentu tidak akan berani terang-terangan. Mereka dengan uangnya yang banyak itu akan menggunakan LSM, akademisi, Intelektual, atau aktivis  yang bisa di bayar untuk menyerang balik presiden Prabowo. Target mereka adalah melengserkan Prabowo dari kursi presiden.

Ini sebenarnya sudah mereka lakukan pada Agustus 2025 yang lalu namun gagal. Sebelum demonstrasi pada 25 Agustus 2025, ada banyak narasi dan isu di media sosial yang membangkitkan kemarahan dan emosi rakyat. mulai dari  tagar Indonesia gelap dimana dinarasikan bahwa saat ini sangat sulit mendapatkan pekerjaan sehingga terjadi banyak pengangguran,  isu eksploitasi tambang di raja empat yang merusak lingkungan, isu kenaikan pajak yang semakin menyusahkan rakyat kecil,, pemblokiran rekening tidak aktif oleh PPATK, isu Menteri keuangan yang menyatakan guru adalah beban bagi negara, isu kenaikan tunjangan DPR disertai framing media sosial yang yang memperlihatkan beberapa anggota DPR berjoged merayakan kenaikan tunjangannya. 

Ini semuanya akhirnya menggerakkan massa turun ke jalan. demonstrasi 25 Agustus 2025 yang lalu adalah revolusi warna yang ingin menjatuhkan Presiden Prabowo. Namun Tuhan tetap menjaga Presiden Prabowo.

Setelah aksi protes 25 Agustus 2025 yang gagal menjatuhkan presiden Prabowo. Mereka akan mengulanginya kembali di tahun 2026 ini. Tentu dengan pola yang sama yaitu menggunakan pengkritik dan buzzer-buzzer untuk membanjiri media sosial kita dengan kritikan maupun cuitan-cuitan yang menyerang kebijakan pemerintah dengan sasaran Presiden Prabowo dianggap gagal dalam memimpin negara.

OoO
Belum reda narasi-narasi hujatan kepada pemerintah, Tiba-tiba kita dikejutkan dengan  adanya berita  transfer jutaan dollar dari George Soros yang mengucurkan banyak dana untuk LSM dan ormas di Indonesia 
https://arahkata.pikiran-rakyat.com/hukrim/pr-12810087400/dokumen-bocor-dugaan-george-soros-suntik-rp28-triliun-ke-lsm-indonesia-serang-pemerintah).

Kita tahu George soros selama ini yang menyuntikkan dana demi menciptakan kekacauan ekonomi di banyak negara untuk memanem untung dan   ingin menguasai banyak aset strategis negara. Apakah dana tersebut akan digunakan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo dari kursi Presiden ? 
Bisa jadi kalau melihat bagaimana upaya Presiden prabowo untuk melindungi dan menjaga kedaulatan bangsa kita. Sejarah telah menunjukkan pola dimana pemimpin yang berusaha menjaga kedaulatan - terutama dengan mengambil langkah nasionalisasi aset atau menolak hegemoni asing - sering kali menghadapi tekanan, kudeta, atau upaya penggulingan yang didalangi oleh kekuatan elit global. Ada banyak contoh disini seperti Presiden Libya Muammar Khadafi, Presiden Chile Salvador Allende, Presiden Kongo Patrice Lumumba, hingga Presiden Irak Saddam Husein.

Jadi rakyat Jangan mau di adu domba !
Gunakan akal sehat. Jangan mudah percaya pada isu-isu dan berita di medsos yang isinya semua menjelek-jelekkan pemerintah.
Melakukan penghinaan terhadap presiden yang telah bekerja dengan penuh prestasi adalah ketidakmampuan membaca persoalan bangsa. Menghina negara sendiri yang memang masih banyak kekurangan adalah cerminan krisis moral dan hilangnya rasa hormat terhadap tanah air yang telah menghidupi mereka. Menjadi rakyat yang kritis itu perlu tapi menjadi rakyat yang kufur nikmat itu memalukan.

Menjatuhkan prabowo lewat aksi massa seperti yang dilakukan terhadap Presiden Soeharto pada tahun 1998 hanya akan menciptakan kekacauan dan kehancuran bangsa lebih dalam lagi. 
(https://muhammadahsanthamrin.blogspot.com/2025/05/inilah-buah-dari-gerakan-reformasi-1998.html) 

Percayalah saat ini tidak ada tokoh elit politik yang sebaik dan seikhlas Prabowo dalam memimpin Indonesia. Apa yang dikerjakan oleh  presiden Prabowo saat ini sepenuhnya dilakukan adalah untuk kepentingan rakyat.

OoO
Di tengah kondisi geopolitik dunia yang tidak menentu rakyat Indonesia seharusnya bersatu.
Negara ini memang masih banyak kekurangan. Korupsi masih merajalela. Rakyat masih banyak yang miskin.  Tapi Kekuasaan bukan hanya ada pada Presiden. Ada DPR sebagai lembaga legislatif, Ada kepolisian, Kejaksaan, Mahkamah Agung sebagai lembaga yudikatif, ada pengusaha, dan sebagainya. Indonesia hanya bisa maju kalau semuanya berkonstribusi untuk bangsa dan negara.

Apakah ada jaminan dengan melengserkan presiden prabowo Indonesia akan lebih baik, lebih aman dan lebih damai. Pengalaman justru banyak mengajarkan upaya melengserkan presiden diluar jalur konstitusi malah membuat negara semakin hancur sebagaimana yang terjadi di libya, Irak, dan Suriah.  Sadarkah kita apa yang akan terjadi ketika negara chaos ?

Ketika negara kacau maka Ekonomi akan hancur, nilai rupiah akan anjlok parah terhadap dollar. Apa yang terjadi ketika rupiah anjlok terhadap dollar?  Karena petani kita masih bergantung pada pupuk impor, bibit impor dan BBM yang harganya dipatok dollar maka biaya produksi akan naik dan ini akan membuat harga-harga akan melambung tinggi. PHK akan terjadi dimana-mana karena banyak perusahaan yang bangkrut. Ada jutaan orang jadi pengangguran
Pergantian pemerintahan dengan makar justru akan menciptakan kekacauan karena pihak pendukung tidak akan terima dan ini akan menciptakan kerusuhan semakin hebat. 

Prabowo memiliki dorongan yang besar untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju, berdaulat dan bisa mensejahterakan rakyatnya.  Ia tiga kali maju  menjadi calon Presiden  dengan menghabiskan banyak uang, keringat dan sumber daya. Itu dilakukan bukanlah karena ambisi kekuasaan tetapi karena dorongan untuk meninggalkan jejak yang bermakna. Ia telah menunggu lama untuk menjadi presiden, sekarang ini maka tentunya Prabowo tidak ingin menjadi presiden biasa. Ia ingin dikenang dengan meninggalkan sesuatu yang besar untuk bangsa ini.
(https://muhammadahsanthamrin.blogspot.com/2024/10/presiden-prabowo-subianto.html) 

Wallahu’alam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEKERJAAN DI AKHIR TAHUN BELUM SELESAI, HARUSKAH PUTUS KONTRAK, SEBUAH SOLUSI AKHIR TAHUN ANGGARAN

ARTIKEL  TP4D PEKERJAAN DI AKHIR TAHUN BELUM SELESAI, HARUSKAH PUTUS KONTRAK, SEBUAH SOLUSI AKHIR TAHUN ANGGARAN Oleh : Muhammad Ahsan Thamrin. Salah satu permasalahan bagi Kementerian/Lembaga/SKPD/Institusi (K/L/D/I) yang sedang melaksanakan kegiatan pengadaan barang dan jasa yang menggunakan kontrak tahun tunggal adalah seluruh pekerjaan tersebut  harus sudah diselesaikan sebelum akhir tahun anggaran. Namun disinilah permasalahan yang sering terjadi yaitu banyak pekerjaan pengadaan barang dan jasa yang ternyata tidak atau belum selesai sedang kontrak pelaksanaan pekerjaan telah berakhir. Terhadap permasalahan tersebut banyak PPK yang bimbang atau ragu dalam mengambil keputusan. Ada beberapa kemungkinan yang dilakukan oleh PPK  terhadap pekerjaan yang diperkirakan tidak akan selesai sampai dengan akhir tahun anggaran yaitu : 1.     PPK memutuskan kontrak secara sepihak dan penyedia barang/jasa dianggap lalai/cidera janji dalam melaksanakan kew...

Tindak lanjut temuan kerugian negara dalam LHP BPK, antara administrasi atau pidana

Tindak lanjut temuan kerugian negara dalam LHP BPK, antara administrasi atau pidana Oleh : Muhammad Ahsan Thamrin Bahwa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah satu-satunya lembaga negara yang diberikan wewenang oleh Undang-undang untuk melakukan pemeriksaan atas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara (pasal 23E ayat (1) UUD 1945). BPK bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang dilakukan oleh Pemerintah pusat, pemerintah Daerah, lembaga negara lainnya, Bank Indonesia, BUMN, Badan layanan Umum, BUMD, dan lembaga atau badan lain yang mengelola keuangan negara. (Pasal 6 ayat (1) UU No. 15 tahun 2006 tentang BPK). Pelaksanaan pemeriksaan BPK, dilakukan berdasarkan Undang-undang tentang pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara (pasal 6 ayat (2) UU No. 15 tahun 2006 tentang BPK). Pemeriksaan BPK mencakup pemeriksaan keuangan ,pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Pemeriksaan keuang...

BAGAIMANA MEMAHAMI FITNAH DAJJAL DAN NUBUAT AKHIR ZAMAN

BAGAIMANA MEMAHAMI FITNAH DAJJAL DAN NUBUAT AKHIR ZAMAN Mari kita mulai dari Yeruselem. Yeruselem adalah kota suci. Dari sana Alquran  menceritakan banyak sekali kisah dari  Nabi Musa as, Nabi Dawud as dan putranya Nabi Sulaiman as, Nabi  Zakaria as, Nabi Yahya as dan dan Nabi Isa as.  Bangsa Bani Israel mencapai puncak kejayaannya  pada jaman Nabi Daud as dan Nabi Sulaeman as yang pemerintahannya berpusat di Yeruselem. Pada pada tahun 586 SM, kota Jerussalem diserang dan dihancurkan pertama kali oleh Raja  Nebuchadnezzar  dari Babylonia. Semua orang yahudi di bawa ke babylonia untuk dijadikan budak. Namun pada saat babylonia ditaklukan oleh Raja Cyrus dari Persia, orang-orang Yahudi tersebut dikembalikan kembali ke Jerussalem. Bangsa Yahudi yakin berdasarkan kitab suci mereka bahwa kelak Allah swt akan mengembalikan kembali bangsa Yahudi  ke Yeruselem  dan akan menurunkan  Messiah atau Al Masih yang akan mengembalikan kejay...