BENARKAH SYIAH BUKAN ISLAM (1)
“Saya adalah seorang sunni, namun ketika saya mempelajari alquran saya menyadari bahwa saya bukanlah sunni ataupun syiah, melainkan saya adalah seorang muslim”
“.… Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (alquran) ini (QS. Al Hajj ayat 78)
-----
Salah satu polemik yang ramai di medsos ketika terjadi perang antara AS Israel vs Iran adalah adanya pandangan yang menyebut syiah yang dianut mayoritas rakyat Iran bukanlah islam.
Bahwa selama ini memang ada sebagian kelompok Islam utamanya yang disebut wahabi/salafi menyatakan bahwa Syiah kafir, sesat dan bukan Islam. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh beberapa ustad terkenal yang ceramahnya banyak menghiasi media sosial kita terutama melalui chanel youtube mereka.
Ini adalah pernyataan yang tidak benar !
Syiah adalah nama madzhab, nama kelompok, sedangkan Islam adalah agama. Syiah juga adalah Islam karena mereka shalat, puasa, haji, syahadatnya sama, qur’annya sama, lalu bagian mana yang “bukan Islam”?
Bahwa jika anda menganggap syiah bukan Islam. Jika Syiah kelompok kafir, maka harus ada konsensus tentang hal ini. Nyatanya tidak ada konsensus para ulama yang dicapai tentang hal ini. Dunia Islam telah membolehkan syiah untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci selama 1400 tahun, tidak ada satupun rezim penguasa Arab Saudi yang melarang syiah untuk menunaikan ibadah haji. Fatwa ulama Al azhar kairo pada masa pemimpin tertinggi Al azhar Muhammad syaltut telah menyatakan bahwa syiah adalah madzhab kelima Islam.
Pemimpin tertinggi Al-Azhar, Mesir saat ini, Syekh Ahmed el-Tayeb, ketika berkunjung ke Indonesia, juga mengatakan “Suni dan Syiah adalah bersaudara.”
(https://geotimes.id/kolom/syekh-ahmad-thayyib-al-azhar-dan-syiah/)
Jadi yang benar itu syiah bukan sunni karena memiliki perbedaan dalam beberapa aspek dengan sunni, sama seperti wahabi juga bukan sunni menurut keputusan ulama Ahlusunah di Chechnya.
(https://www.islamtimes.com/id/news/564861/muktamar-chechnya-tetapkan-sekte-wahabi-bukan-ahlu-sunnah)
Menuduh satu madzhab besar dengan 300 juta penganut sebagai kafir tanpa dalil, bukan hanya bodoh, tapi berbahaya, sebab jika tuduhan itu salah, hadis yang mengatakan kekafiran kembali kepada penuduhnya akan tertuju kepadanya.
Rasulullah Nabi Muhammad saw. telah memperingatkan terkait hal ini. Dengarkan apa kata beliau, Pertama, Mencela orang muslim adalah kefasikan, dan memeranginya adalah kekufuran (HR.Bukhari).
Kedua, Siapa saja yang berkata kepada saudaranya,” Hai Kafir”. Maka akan terkena salah satunya, jika yang vonisnya itu benar, dan jika tidak maka akan kembali kepada (orang yang mengucapkan)nya (HR Bukari dan Muslim).
Bahwa tidak ada satupun hadis yang membolehkan mengkafirkan orang Islam yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat, yang banyak malah larangan untuk mengkafirkan orang Islam.
Jadi sebelum meneriakkan “syiah sesat, kafir dan bukan Islam” pikirkanlah, beranikah menanggung akibat menuduh ratusan juta muslim tanpa ilmu.
Konflik Sunni Syiah adalah agenda Zionis Israel
Perlu diketahui, konflik sunni - syiah sebenarnya adalah fenomena timur tengah. Di sanalah selama 14 abad silam, yang diawali dari masalah politik kepemimpinan, terjadi konflik berdarah yang memakan korban ribuan umat Islam yang kemudian membekas sangat dalam dan menjadi dendam kesumat hinggat saat ini.
Bahwa sejarah konflik sunni dan Syiah ini kemudian dimanfaatkan oleh Zionis Israel. Mereka melakukan propaganda secara masif bahwa Syiah sesat, kafir, dan bukan Islam adalah untuk memecah belah dan melemahkan kekuatan umat Islam.
Ketika Zionis Israel dan AS ingin menjatuhkan Presiden Basshar Assad yang tidak mau tunduk kepada mereka, maka Narasi pemerintah Basshar Assad yang Syiah telah membantai dan membunuh umat Islam Sunni adalah narasi yang selalu dipropagandakan melalui media-media mainstream.
Dan ini akhirnya menggerakkan puluhan ribu pemuda Islam sunni yang merasa berjihad untuk bergabung dengan ISIS (bentukan AS dan Zionis Israel) untuk berperang melawan tentara suriah yang mayoritas sebenarnya adalah sunni juga.
Bahwa akibat provokasi syiah membantai sunni di suriah (Hoaks) ini telah mengakibatkan ratusan ribu orang Islam mati terbunuh dan jutaan penduduk Syrian lainnya mengungsi.
Inilah yang tidak disadari oleh banyak umat Islam bahwa adu domba Sunni dan Syiah sebenarnya adalah agenda Zionis Israel.
Negara Zionis Israel memiliki ambisi menguasai wilayah Timur Tengah demi mendirikan negara Israel raya yang wilayahnya membentang mulai dari sungai Nil sampai sungai Eufrat, artinya negara-negara seperti Irak, Libanon, Libya, Somalia, sudan, suriah, mesir dan Iran harus dikuasai karena merupakan bagian dari wilayah yang akan dijadikan wilayah Israel raya (The Greater Israel - Eretz Yisrael HaShlema)
Saat ini batu penghalang untuk mewujudkan agendanya tersebut tinggal Iran, dan karena itulah mereka hendak menjatuhkan pemerintahan Republik Islam Iran saat ini dan menggantinya dengan pemerintahan boneka yang tunduk kepada agenda mereka.
Wallahu’alam
Komentar
Posting Komentar